Senin, 22 Februari 2016

Pembukaan Pekan Kesehatan Bumi Sikerei dan Pencanangan Tujuh Pesan Sikerei untuk Kesehatan Nusantara


Mentawai- Bupati Yudas Sabaggalet Sebagai kepala Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai terus mengembangkan pelayanan kepada masyarakat agar masyarakat dapat mengakses pelayanan Kesehatan secara lebih luas dan mudah. Salah satunya dengan dicanangkannya (7) tujuh pesan Sikerei dalam pelayanan Kesehatan sebagai sarana pesan bagi masyarakat Mentawai yang berobat dan peduli dengan kesehatan di lingkunggannya.


“Tujuh Pesan Sikerei ini untuk memberikan pelayanan  kepada masyarakat terutama bagi masyarakat yang memang membutuhkan akses kesehatan bagi keluarga dan masyarakat. Sehingga pelayanan kita bisa menjangkau hingga tingkat desa. Ini untuk pesan Sikerei,” ujar Bupati Yudas Sabaggalet dalam Acara Pencanangan Tujuh Pesan Kesehatan Sikerei Pemkab Mentawai yang dipimpin Bupati Yudas Sabaggalet di Halaman SD 13 Muara Siberut, Senin (22/2).


Dalam kegiatan Tujuh Pesan Sikerei tentang kesehatan Bupati Yudas Sabaggalet dan Kepala Dinas Kesehatan Mentawai Lahmuddin  mendapatkan tangapan positif oleh Mentri Kesehatan Republik Indonesia Ibu Prof DR.dr.Nila Juwita F.A.Moeloek,Sp,M.(K) dalam hal ini diwakili oleh Dirjen P2P.dan Wakil Gubernur  Sumatera Barat Nasrul Abit yang telah meluncurkan layanan Tujuh pesan Sikerei melalui Rumah Sakit Puskesmas polides Postu.


Nantinya, lanjut Yudas Sabaggalet pembukaan pekan Kesehatan dan Pencanangan 7 Pesan Sikerei untuk Nunsantara di Muara Siberut ini tetap kita didikasikan untuk membangun Mentawai sebagai ujud dari ketaatan dan pengadbian kita kepada pencipta alam semesta ini.


Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan satu satunya dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat yang seluruh wilayahnya berada di Samudra Hindia memiliki 99 buah pulau ,hanya pulau Siberut yang dikategorikan sebagai pulau besar menurut ketentuan UU nomor 27 tahun 2007 penduduk tersebar pada 341 Dusun,43 Desa dan 10 Kecamatan dengan jumlah penduduk lebih kurang 87,000 jiwa.


Posisi geografis secara geopolitik sangat strategis berada paling Barat Indonesia dan memyebutnya Beranda Barat Negara Kesatuan Republik Indonesia,penelitian geologis menyimpulkan sejak lima ratus ribu tahun yang lalu Kepulauan Mentawai sudah terpisah dari daratan Sumatera.oleh karenanya kondisi kepulauan ini memiliki ciri morfologi dan budaya tersendiri dibandingkan dengan daerah lainnya di Sumatera.sebelum di mekarkan menjadi daerah otonomi tahun 1999 yang lalu kondisi infrastruktur dan fasilitas sarana dan prasarana pemerintah sangat terbatas.belum ada jalan darat yang menghubungkan antar dusun Desa Kecamatan disetiap Pulau.demikian juga fasilitas pelabuhan ,sarana kesehatan sarana pendidikan dan sarana pemerintah lainnya,


“pesan tujuh Sikerei tentang kesehatan dan layanan ini akan didukung oleh Dinas Kesehatan dan Tim Kesehatan berbasis kependudukan. Melalui RSUD Puskesmas Polides Postu di setiap Kecamatan yang akan datang ke, masyarakat dapat mengakses kesehatan dengan mudah,


Selain untuk kesehatan tujuh pesan Sikarei, tersebut juga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menambah ilmu kesehatan yang ada di dalamnya. Tujuh Pesan Sikerei tersebut dilengkapi dengan pesan pesan yang baik dan kearifan lokal sehingga memungkinkan untuk mengakses langsung manfaat kesehatan Masyarakat Mentawai juga bisa mendaftar menjadi anggota pelopor kesehatan melalui Tujuh Pesan Sikerei ini.” jelasnya.


Yudas Sabaggalet berkata tepat sekali momentom ini kiranya dijadikan perujudan untuk membangun Indonesia dari pinggiran sebagaimana yang dicanangkan oleh Presiden RI Bapak Joko Widodo dengan Nawa Cita nya.


Untuk itu pemerintah dan legeslatif bersepakat untuk menyediakan fasilitas dan infrastruktur ini dalam bentuk arah kebijakan Strategis.membangun konektivitas inter dan antar pulau Trans Mentawai.Mentawai Terang.Puskesmas Plus.Sekolah Unggul dan pendidikan Tinggi.pemberantas buta Aksara.kemintraan dengan perguruan Tinggi.membangun fasilitas oleh raga GOR,ekonomi kerayatan dan kedaulatan pangan.infrastruktur air bersih.dan sanitasi.Revitalisasi budaya.pembangunan desa dan Mitigasi Bencana.komunikasi dan telekominikasi.ujarnya.


Yudas Sabaggalet,menerangkan dari kebijakan tersebut di atas beberapa hasil secara bertahap telah menampakan hasil dan dapat dinikmati oleh masyarakat saat ini,antara lain jalan sebagian besar dusun di dalam wilayah desa sudah tersambung,demikian juga jalan seluruh dusun ke pusat Desa dan kecamatan telah terhubung.


Yudas menyampaikan masyarakat Kepulauan Mentawai memiliki karakter dan budaya tersendiri.sejarah telah mencatat bahwa kebudayaan Mentawai telah memberikan andil dan kontribusi yang besar dalam mempertahankan kehidupan dan peradapan masyarakat Mentawai sejak dulu sampai sekarang,salah satu dari potensi budaya itu adalah,”Sikerei”

Sikerei adalah salah satu dari pranata adat yang memiliki peran antara lain sebagai ahli pengobatan oleh masyarakat,dipercaya dapat memberikan kesembuhan berbagai penyangkit dengan memberikan ramuan dan beberapa ritual pengobatan di dalam Uma.


Tujuh pesan Sikerei ini di harapkan tidak hanya menjadi pesan kesehatan bagi masyarakat di Kepulauan Mentawai saja,namun dapat juga menjadi pesan kesehatan untuk sehatkan Nusantara atau untuk sehatkan Indonesia yang kita cintai ini ungkap Yudas.


Langkah langkah untuk mengimplementasikan tujuh pesan Sikerei tersebut akan dilegitimasi dalam bentuk kebijakan daerah yang permanen sebagai dasar pemangku kepentingan menerapkan di tengah masyarakat nantinya.


Selain itu juga,BPJS Kesehatan juga memberikan JKN Award dengan apresiasi tingkat Madya kepada pemerintah Mentawai atas partisipasi pemda dalam mendaftarkan masyarakat sebagai peserta JKN sebanyak 91 % dari total penduduk kab Kepulauan Mentawai pungkasnya (heri)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar