Rabu, 09 Desember 2015

KPU Kabupaten Kepulauan Mentawai: Masyarakat Enggan Nyoblos Karena Pejabat Selalu Korupsi

Mentawai- Komisioner KPU Mentawai Laurensius, menampik penilaian bahwa tingginya tingkat golput pada Pilkada Mentawai karena kesalahan pihaknya. Ia tak terima dengan penilaian yang mengatakan bahwa pihaknya kurang melakukan sosialisasi ke masyarakat.di Kabupaten Mentawai.

"Kami sosialisasi udah maksimal kok. Dasar masyarakatnya saja yang apatis. Mereka tidak mau tahu," ujar Laurensius, saat ditemui media massa di Kantor KPU Mentawai Rabu (9/12/2015).


Meski demikian, Laurensius tidak menampik bahwa golput memang tinggi. Menurutnya, masyarakat menjadi apatis karena bayang-bayang pejabat yang selalu berbuat korup sejak dilantik.


"Memang mulai dari sejak masa kampanye kami sudah melihat masyarakat apatis. Ini ada sangkut pautnya dengan banyaknya pejabat yang tersangkut kasus Korupsi Makanya mereka berpikir buat apa memilih, toh, nanti Korupsi," katanya.


Meski tingkat golput begitu tinggi, lanjut Laurensius, hasil pilkada ini tetap akan sah dan tidak akan ada pemilihan ulang.


"Tetap sah. Tetap legal. Pemilu kali ini paling aman, paling jujur, paling adil. Hanya golputnya aja yang tinggi," katanya.


Dari Informasi Ketua LSM Pekat Indonesia Bersatu.Suherman mengatakan golput di Mentawai sangat tinggi di perediksi sampai 56 % parsen golput karena tidak ada sosialisasi oleh KPU Mentawai yang sampai ke lapisan masyarakat paling bawah di daerah terpencil.di Mentawai.


Anggaran yang begitu besar untuk publikasi yang di anggarkan di KPU Propinsi dan KPU Kabupaten tidak membuahkan hasil kepada masyarakat luas, pemilihan umum tahun ini tidak mexsimal di lakukan terbukti banyak sekali kita temui masyarakat tidak peduli dengan pilgub tahun 2015.pungkasnya (heri)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar